the cost you don't see

harga terendah selalu terlihat seperti pilihan yang paling masuk akal.

ia memiliki satu kelebihan yang sulit dibantah.

angkanya lebih kecil.

sebuah barang ditawarkan dengan harga 100.

yang lain 120.

kita memilih 100.

selesai.

setidaknya begitulah yang terlihat dari sebuah quotation.

masalahnya, quotation hanya menunjukkan harga.

ia tidak menunjukkan apa yang terjadi setelahnya.

sebuah pilihan yang murah bisa menjadi sangat mahal ketika sesuatu berjalan tidak sesuai rencana.

barang datang terlambat.

sesuatu rusak.

orang yang seharusnya bisa membantu ternyata berada terlalu jauh.

pekerjaan berhenti lebih lama dari yang diperkirakan.

hal-hal seperti itu tidak terlihat ketika kita hanya membandingkan angka.

yang lebih menarik adalah bahwa kita sering mengetahui semua ini sejak awal.

kita tahu vendor yang sudah berpengalaman biasanya lebih mudah dihubungi.

kita tahu jarak memiliki arti ketika sesuatu membutuhkan penanganan segera.

kita tahu sebuah warranty memiliki nilai ketika sesuatu gagal.

kita tahu pengalaman seseorang biasanya memiliki harga.

tetapi ketika semua itu tidak muncul sebagai angka di dalam quotation, kita cenderung menganggapnya tidak ada.

itulah bagian yang aneh.

kita membandingkan dua harga dengan sangat teliti, tetapi sering kali membandingkan dua risiko dengan sangat sedikit perhatian.

padahal harga hanya dibayar sekali.

konsekuensi dari pilihan yang salah bisa dibayar berkali-kali.

mungkin karena itu harga terendah tidak selalu berarti biaya terendah.

harga adalah angka yang terlihat.

biaya adalah semua yang akhirnya harus dibayar.

keduanya tidak selalu sama.

dan terkadang, sesuatu yang terlihat lebih mahal sejak awal hanya sedang menunjukkan sebagian besar biayanya lebih jujur.